The Horse and The Wagon

Kalau kita nonton film tentang para petualang Eropa abad pertengahan, kita akan sering melihat orang-orang menunggang kuda atau gerobak besar (wagon; bukan cart, keduanya berbeda).

Zaman berkembang dan teknologi semakin maju, meskipun prinsip transportasi masih sama. Kuda digantikan dengan motor, dan gerobak digantikan dengan mobil. 

My horse and wagon

Bicara tentang transportasi, saya ingin mengenalkan dua alat tunggangan yang selama ini saya pakai untuk mendukung jalan-jalan.

// TODO Pic of Honda Verza lansiran tahun 2016.

Verza mungkin tergolong motor bapak-bapak untuk enthusiast motor sport kubikasi kecil. Pastinya bukan untuk speed freak, apalagi ngecengin cewek. Bahkan banyak teman menanyakan motif saya meminang Verza, yang bagi mereka adalah motor bakul (pedagang) pasar.

Ada yang menarik untuk saya. Meskipun Verza bukan motor kencang, tetapi konsumsi BBMnya super irit. Ini penting bagi saya ketika jalan-jalan. Jujur saya tidak suka sebentar-sebentar mampir jajan di SPBU ketika di kota orang. Nilai plus untuk torsinya, saya suka tarikannya ketika melibas tanjakan.

Dan untuk perjalanan jarak jauh, dalam cuaca buruk, banyak barang, atau ketika harus bawa orang satu RT :

// TODO Pic of Panther GT lansiran 2010

Diesel, mesin konvensional bandel, kubikasi besar, ruang kabin lega. Paket komplit ya?

Mmmm, sepertinya bagi anda yang biasa jalan-jalan pakai mobil berbahan bakar bensin, mungkin bisa kena sindrom geter-geter selama masa penyesuaian.

Tetapi bagi saya yang ndeso, paket ini lebih dari cukup. Diesel berarti dompet aman untuk urusan bahan bakar. Mesin konvensional yang bandel, bisa diajak minum solar busuk, apabila terpaksa. Kubikasi besar, naik tanjakan +30 derajat hayuk aja. Ruang kabin lega, anda tahu sendiri.

Makin lama makin sayang

Dulu waktu saya masih ingusan, saya seringkali bingung kenapa banyak orang tidak mau berganti-ganti tunggangan. Ternyata oh ternyata, setelah sering dipakai, banyak dari kita, termasuk saya, malah jadi makin sayang dengan tunggangan masing-masing. Eman rasanya bila dilego ke orang lain.

That’s a little piece of my story. Anda tentu punya kisah menarik tersendiri dengan tunggangan anda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s